KabarOto.com - Freelander 8S kembali mencuri perhatian dunia otomotif. SUV elektrifikasi ini sukses mencatatkan rekor dunia Guinness World Records setelah berhasil mencapai ketinggian 6.002 meter di atas permukaan laut (mdpl) di kawasan pegunungan Tibet, China.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa teknologi elektrifikasi tidak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga mampu menghadapi kondisi ekstrem yang selama ini menjadi tantangan berat bagi kendaraan bermesin konvensional.
Baca Juga: Freelander 8 EREV Meluncur 3 September, Punya Jarak EV 310 Km
Tembus Ketinggian Ekstrem di Pegunungan Tibet
Mengutip CarNewsChina, Freelander 8S berhasil melibas jalur pegunungan dengan kondisi medan berat dan kadar oksigen yang sangat tipis.
Pada ketinggian lebih dari 6.000 mdpl, mesin pembakaran internal konvensional biasanya menghadapi penurunan performa karena pasokan oksigen yang minim. Namun, sistem Extended-Range Electric Vehicle (EREV) pada Freelander 8S mampu mengatasi tantangan tersebut.
Motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan, sehingga performa tidak sepenuhnya bergantung pada proses pembakaran mesin bensin.
Dua Motor Listrik Bertenaga 610 kW
Freelander 8S mengandalkan dua motor listrik dengan total tenaga mencapai 610 kW. Sistem ini dipadukan dengan transmisi dua percepatan pada motor belakang serta penggerak empat roda atau All-Wheel Drive (AWD).
Sementara mesin 1.5 liter turbo hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Artinya, mesin bensin tidak menggerakkan roda secara langsung.
Konfigurasi tersebut membuat distribusi tenaga tetap responsif dan traksi lebih terjaga ketika SUV harus menghadapi tanjakan curam, jalur berbatu, maupun permukaan tidak rata.

EREV Bukan Sekadar Hybrid Irit Bahan Bakar
Keberhasilan menaklukkan Tibet memperlihatkan potensi teknologi EREV yang lebih luas. Sistem ini tidak hanya dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dalam penggunaan harian, tetapi juga mampu mempertahankan suplai tenaga listrik dalam kondisi lingkungan ekstrem.
Dengan motor listrik sebagai sumber penggerak utama, Freelander 8S dapat menjaga karakter tenaga yang lebih konsisten meski kendaraan beroperasi di wilayah dengan kadar oksigen rendah.
Freelander Jadi Merek Independen Chery-JLR
Freelander kini beroperasi sebagai sub-merek independen di bawah usaha patungan Chery Group dan Jaguar Land Rover (Chery-JLR).
Nama Freelander memang memiliki sejarah kuat di dunia SUV, tetapi produk terbaru ini tidak menggunakan logo Land Rover pada bagian eksterior. Teknologinya menggabungkan pengembangan Chery dengan identitas desain yang terinspirasi dari karakter SUV premium.
Respons pasar terhadap model pertamanya juga cukup positif. Freelander 8 diklaim telah mengantongi lebih dari 10.000 pesanan hanya dalam 48 jam setelah pra-penjualan dibuka pada 14 Agustus 2026.
Freelander 8 Torsi 813 Nm
Freelander 8 dibangun menggunakan platform EREV 800 volt dengan torsi puncak mencapai 813 Nm. SUV ini memiliki panjang 5.118 mm dan jarak sumbu roda 3.040 mm.
Baterai CATL Freevoy berkapasitas 60,3 kWh menjadi sumber energi utama sistem listriknya. Berdasarkan standar CLTC, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam mode listrik murni.
Pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit.
Fitur Off-Road dan Teknologi Kabin Modern
Untuk menunjang kemampuan di medan ekstrem, Freelander 8 dibekali suspensi udara dual-chamber, peredam CCD, pengunci diferensial mekanis depan, serta rear-wheel steering yang mampu membelok hingga 10 derajat.
Bagian kabin juga menawarkan teknologi modern, seperti prosesor Qualcomm Snapdragon 8397, layar utama Mini LED 15,6 inci, dan layar lipat 17,3 inci di bagian atap untuk penumpang belakang.
Seluruh varian Freelander 8 juga sudah dilengkapi sistem bantuan kemudi otonom Huawei Qiankun ADS 5.
Harga Freelander 8
Baca Juga: Interior Chery-JLR Freelander 8 Pamerkan Nuansa Premium, Baris Keduanya Paling Asyik
Untuk pasar China, Freelander 8 ditawarkan dalam dua pilihan konfigurasi. Varian lima penumpang dibanderol mulai 339.900 yuan atau sekitar Rp901 juta.
Sementara versi enam penumpang dipasarkan dengan harga 349.900 yuan, setara kurang lebih Rp928 juta.